8/16/2007
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
8/16/2007 10:01:00 AM
0
komentar
Ayah Terhebat
Sudah beberapa malam tubuh Noah panas tinggi dan keadaannya sungguh membuat kami kuatir. Kesedihanku tak terkatakan melihat lemahnya tubuh kecil Noah, dan kesedihanku semakin bertambah saat mengingat ketulian yang dideritanya. Suatu malam suhu tubuh Noah sangat tinggi sehingga aku dan Marty, suamiku sepakat bergantian untuk merawatnya.
Tengah malam itu aku terjaga dan melihat Marty dengan penuh kasih sayang menimang-nimang Noah. Ia menaruh kepala Noah di dadanya yang bidang, supaya Noah dapat merasakan detak jantung ayah yang sangat mengasihinya. Untuk menidurkan dan menenangkan anak kami yang lain, biasanya kami menggunakan nyanyian atau bunyi mainan, tetapi untuk Noah kami menggunakan sentuhan. Noah terlihat tenang jika sedang dipeluk atau jemari kecilnya dipegang.
Beberapa menit kemudian aku bangun dan berdiri di depan pintu sambil memperhatikan pria yang luar biasa itu, ayah dari anak-anakku! Kemudian dengan lembut aku menyentuh bahunya sambil menawarkan diri untuk bergantian menggendong Noah, tetapi ia menggelengkan kepalanya. Malam itu aku kagum dengan pria yang telah kupilih menjadi pendamping hidupku, karena yang kutahu di luar sana banyak suami yang akan lebih memilih tidur di tengah malam daripada bergantian dengan istrinya untuk merawat anak-anak mereka.
Ketika pagi tiba, kami kembali membawa Noah ke dokter dan dokter menyarnkan agar kami membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di rumah sakit kami berdoa saat menanti hasil test yang dilakukan untuk mengetahui penyakit Noah.
Kami sehati berdoa memohon kesembuhan untuk Noah dan saat itu kami merasakan kekuatan baru Tuhan alirkan di hati kami. Tak lama kemudian dokter memanggil kami dan memberitahukan bahwa Noah hanya terkena influensa. Kami saling pandang dan tersenyum sambil menghapus air mata yang menetes di pipi.
Setelah pulang dari rumah sakit aku melihat hubungan Marty dan Noah semakin akrab. Marty sering membacakan buku cerita dengan memegang tangan Noah guna menyajarinya membentuk tanda dari huruf-huruf yang ada di buku itu. Bahasa isyarat pertama yang diajarkan Marty adalah mengatakan "aku mencintaimu". Sebagai wanita aku merasa mampu mengasihi dan memelihara keluargaku karena ditopang oleh suami yang hebat. Marty adalah pria paling tepat yang telah kupilih menjadi ayah bagi anak-anakku.
Alkitab menceritakan bahwa Ishak juga memiliki ayah yang hebat. Sebagai ayah yang hebat, Abraham mendidik Ishak menjadi orang yang takut akan Tuhan. Abraham memelihara Ishak ketika Sara telah meninggal dunia. Kehebatan Abraham sebagai ayah disempurnakan ketika ia meminta Eliezer pergi ke Aram-Mesopotamia untuk mencari pendamping hidup bagi Ishak dari kaumnya.
Ayah yang hebat adalah ayah yang menjadi sahabat bagi anak-anaknya.
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
8/16/2007 09:00:00 AM
0
komentar
8/02/2007
Donor Darah Buat Jantung Gagah
KPE (Komunitas Pria Ecclesia) dengan PMI Kodya Tangerang mengadakan kegiatan donor darah di GBI Ecclesia,
Dalam kegiatan ini, selain mendonorkan darahnya, masyarakat juga diberikan penyuluhan tentang manfaat donor darah. Donor darah akan membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung dan masalah jantung lainnya.
Menurut Ketua KPE, Toni Priatna, kegiatan ini telah kami lakukan sebanyak 2 kali. Tujuannya semata-mata membantu PMI dalam mengumpulkan kantung darah yang dibutuhkan masyarakat. Seperti untuk masyarakat yang terkena demam berdarah, misalnya.
“Penderita demam berdarah sangat membutuhkan darah untuk memulihkan kondisinya. Oleh karena itu, kami berharap semua masyarakat terketuk hatinya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dengan mendonorkan darahnya. Mereka juga diharapkan tidak awam dengan donor darah. Selain bermanfaat bagi orang lain, donor darah berguna pula untuk kesehatan kita sendiri,” lanjutnya.
Seperti halnya saya sendiri, tambahnya, saya sudah lebih dari 16 kali mendonorkan darah. Manfaatnya, sangat baik buat kesehatan saya,” ujar Toni.
Begitu juga dengan Daniel yang sangat senang dengan kegiatan ini. Di samping menyehatkan tubuh, dengan acara ini dia tidak perlu pergi jauh-jauh lagi untuk mendonorkan darahnya. “Biasanya saya mendonorkan darah di daerah Tangerang,” tuturnya.
Lain halnya dengan Sandro, maksud hati melakukan donor darah, ternyata setelah diperiksa tidak boleh mendonorkan darahnya. “Menurut petugas yang memeriksa, saya belum boleh mendonorkan darah karena ada penyakit maag. Padahal saya ingin sekali mendonorkan darah,” katanya.
Lebih jauh Toni Priatna menjelaskan, misi kemanusiaan yang dilakukan KPE bukan hanya hari ini saja. Setiap 3 bulan sekali, kami akan mengadakan donor darah secara rutin. Bahkan ke depannya, KPE juga akan membantu masyarakat miskin. Ini bisa dilakukan dengan mengadakan pengobatan gratis atau memberikan sembako.
Dari sudut medis, mendonorkan darah merupakan kebiasaan baik bagi kesehatan pendonor. Salah satunya, dengan mendonorkan darah secara teratur berarti Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur pula. Karena memang sebelum mendonorkan darah, orang harus lebih dulu diperiksa kesehatannya secara lengkap.
Dalam hal ini, banyak penyakit yang terkadang tidak bergejala, seperti tekanan darah tinggi ditemukan secara tidak sengaja dalam pemeriksaan rutin, yakni dalam selang waktu minimal 56 hari sekali.
Penelitian menunjukkan, mendonorkan darah akan mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh. Walau masih perlu penelitian lagi untuk memastikannya, kelebihan zat besi diduga berperan menimbulkan kelainan pada jantung. Kelebihan itu akan membuat kolesterol jahat (LDL) membentuk Aterosklerosis (plak lemak yang akan menyumbat pembuluh darah). Menurunnya angka masalah penyakit jantung terutama terlihat pada para pendonor yang tidak merokok.
Diposting oleh
PRIA
di
8/02/2007 04:26:00 PM
0
komentar
