12/11/2007

Andai Dia Istri Anda, Masih Nekat Menghajarnya?

[+/-] Selengkapnya...

Pria & Keteladanan - Ibadah KPE Akhir Tahun 2007

Sebagai pria, kita harus memiliki jiwa keteladanan dengan selalu memegang prinsip hidup. Tujuannya agar pria sebagai pemimpin dapat memberi contoh yang baik dihadapan keluarga, lingkungan dan nantinya bertanggung jawab di hadapaan Allah.

Di akhir tahun 2007 ini, KPE (Komunitas Pria Ecclesia) menyelenggarakan ibadah bersama bertema “Pria dan Keteladanan”. Acara yang berlokasi di Lantai 2 GBI Ecclesia, Taman Semanan Indah, ini tidak hanya dihadiri kaum pria tapi juga wanita.

Selain lagu-lagu pujian yang terdengar merdu, ibadah malam itu juga dihiasi kesaksian dan khotbah. Bahkan, peserta ibadah pun terlihat sangat suka cita dan diberkati dengan terus menerus bertepuk tangan ketika menyanyikan lagu-lagu pujian. Terlebih ketika Pdt Rubin Ong memberikan pencerahan yang membuat kaum pria dan sang istri semakin damai dan suka cita.

Dalam khotbahnya, Pdt. Rubin Ong mengatakan bahwa sebagai kaum pria, kita harus siap menjadi tanah yang bisa Tuhan taburkan benih. Kita harus percaya bahwa benih yang ditaburkan Tuhan, akan menghasilkan buah yang baik. “Buah yang dimaksud adalah bisa menjadi seorang teladan yang memiliki prinsip,” ungkap pria yang juga aktif dalan kegerakan Pria Sejati melalui CMN Indonesia.

Orang yang memiliki prinsip, tambah Pdt Rubin, akan tetap berdiri kokoh. Sama halnya dengan pria yang baik, namanya juga akan baik. “Jangan pernah mengejar berkat. Biarkan berkat yang mengejar kita. Untuk itu, sebagai seorang pria, kita harus mempunyai prinsip yang kuat,” ucapnya.

Pertanyaannya, sebagai seorang pria, teladan apa yang harus kita turunkan kepada anak-anak dan keluarga di rumah? Yang mendasar sekali, jangan pernah bertengkar di depan anak-anak. Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak-anak nantinya.

Menurut Rubin, banyak contoh kasus yang terjadi saat ini. Ada banyak anak seorang pendeta yang setiap minggu memberikan pencerahan di depan altar, tanpa disadari tidak mempunyai keteladanan untuk anak-anak dan keluarganya.

Ini benar-benar terjadi saat Ia mengikuti ibadah khusus anak-anak pendeta di suatu tempat. Saat konseling ternyata hampir sekitar 95% anak-anak pendeta tersebut terlibat dengan kehidupan yang salah seperti, seks bebas, narkoba, judi, dan lainnya. “Ini jelas, figur seorang pendeta pun belum tentu bisa menjadi teladan bagi anak dan istrinya,” ujarnya lagi.

Untuk itu lanjutnya, sebagai seorang pria kita harus konsisten pada hal-hal yang rohani dalam kehidupan. Konsisten dalam doa, melayani, memberi, dan konsisten mengasishi anak dan istri di rumah. Hal ini bisa membuat kita sadar bahwa berkat tidak turun dari tempat kita bekerja melainkan datang dari Tuhan.

Di samping itu, kita juga harus selalu hidup kuat dalam kebenaran yang tidak akan lapuk oleh jaman. Kebenaran akan membuat kita selalu kuat. Oleh karena itu, belajarlah dari kesalahan dan pengalaman. Jangan pernah menuntut orang lain untuk berubah, sebelum diri kita sendiri berubah. Tunjukan pada anak-anak dimana kebenaran yang sesungguhnya dan jadilah seorang teladan bagi anak-anakmu di rumah.

“Saat ini, jadilah pria yang mempunyai keteladanan untuk bangsa, negara, dan keluarga. Kita harus percaya bahwa doa orang benar, besar kuasanya,” tutup Pdt Rubin.

Ke depan KPE akan berusaha untuk secara konsisten mengadakan pertemuan tiap Selasa minggu kedua. (Novry Sabmen S)

[+/-] Selengkapnya...

Donor Darah KPE

Sabtu, 3 November lalu, Komunitas Pria Ecclesia (KPE) untuk kedua kalinya bekerjasama dengan PMI Jakarta barat mengadakan aksi donor darah di GBI Ecclesia. Acara diikuti oleh kurang lebih 50 peserta baik pria atau wanita. Sebelum menyumbangkan darahnya, para donor lebih dulu diperiksa kesehatannya termasuk tekanan darah.


[+/-] Selengkapnya...

11/12/2007

[+/-] Selengkapnya...

10/31/2007

Seks Tidak Tabu, Ketahui dan Pelajarilah dengan Benar

Perempuan yang seringkali melihat orang tuanya bertengkar ketika kecil ternyata akan memiliki masalah seks di kemudian hari. Banyak di antara mereka yang tidak bisa ejakulasi dan merasakan nikmatnya berhubungan seks.

Makanya, bagi orang tua yang memiliki anak perempuan jangan bertengkar di depan anaknya. Perempuan lebih peka perasaannya dan dalam hubungan seksual, kaum hawa lebih mendahulukan perasaannya.

“Lain halnya dengan laki-laki, karena hormon mereka lebih tinggi tidak terlalu berpengaruh dengan hal tersebut,” kata Dr. Naek L Tobing dalam sebuah seminar & talkshow menarik bertema “Seks Dalam Hubungan Suami Istri” yang diselenggarakan Komunitas Pria Ecclesia (KPE).

Di samping hal tersebut, ada pula masalah seks pada wanita yang seringkali timbul dan bisa menggangu keharmonisan hubungan suami istri. Seperti perasaan tidak dihargai karena sering tidak “disentuh” oleh suaminya.

“Padahal istrinya cantik dan memiliki organ seks yang cukup bagus, tapi suaminya jarang sekali menyentuhnya. Kalau begitu, istri akan merasa tidak dihargai dan merasa tidak berharga hingga bukan tidak mungkin akan berpengaruh pada hubungan seksualnya,” ucap dokter yang kerap menjadi ikon seks ini.

Kemudian, bagi perempuan yang bekerja, akan ada masalah lain lagi dengan suaminya. Mereka biasanya akan terlalu lelah dan kehilangan hasrat bercinta ketika pulang sehabis bekerja.

“Hal tersebut, biasa terjadi pada istri yang lebih sukses dari suaminya. Istri lebih sibuk dari pada suaminya. Nah, ketika suami ingin berhubungan, istri sudah kecapean dan terjadilah gangguan seks yang diakibatkan kondisi fisik istri,” ucapnya.

Ada beberapa gangguan seks yang dipaparkan dalam seminar yang diadakan pada Sabtu, 27 Oktober lalu di Gereja Ecclesia, Taman Semanan tersebut. Di antaranya gangguan seks dalam bentuk fisik yang bersifat akut dan kronik. Beberapa penyakit seperti diabetes, jantung, liver, dan stroke, adalah gangguan seks bersifat kronik, termasuk obesitas.

Menurut dokter yang berpraktek di daerah Kebayoran Baru ini, obesitas ternyata mendapat perhatian serius akhir-akhir ini. Di Singapura sendiri, pemerintahnya sudah mencegah hal tersebut sejak seseorang duduk di bangku SD.

“Pemerintah di sana sudah mulai memeriksa setiap murid SD. Kalau terdeteksi memiliki gejala obesitas, langsung dimasukan dalam program konsultasi untuk menjaga berat badan,” jelasnya.

Begitu juga dengan Diabetes. Orang yang memiliki penyakit ini berpotensi memiliki penyakit Neuropati yang bisa menurunkan syaraf di kepala penis. “Ini yang susah. Bagaimana berhubungan seksual kalau penis tidak bisa ‘berdiri’,” jelasnya.


Seks Suami Istri

Hidup kita ini sebenarnya ditentukan oleh perkawinan. Dalam diri manusia ada insting yang menimbulkan ketertarikan pada lawan jenis. Dari ketertarikan ini, perempuan dan wanita akan mengikat diri dalam tali perkawinan yang menimbulkan beberapa aturan.

Dalam perkawinan yang merupakan hasil dari penyatuan dan komitmen, suami istri akan melakukan hubungan seksual ketika ingin berkembang biak. Mereka akan melakukan hubungan seksual yang seringkali tidak berjalan mulus.

Ada saja kendala hubungan seksual yang terjadi pada diri pasangan suami istri. Sebabnya bisa bermacam-macam. Hal yang terberat adalah terjadinya disfungsi seksual yang dapat terjadi pada suami atau istri.

Manfaat seks sendiri bisa dijabarkan sebagai puncak kenikmatan tertinggi ketika seseorang mengalami ejakulasi atau orgasme, sebagai bukti kemesraan dari cinta suami atau istri, dan membuat perasaan masing-masing semakin muda, segar, dan sehat.

“Seks pun berperan sebagai cara menyatukan suami istri secara total, pengukur hubungan dan membuat perasaan suami istri semakin bahagia,” ucap Naek.

Kalau hubungan seksual suami dan istri terganggu, lanjutnya, maka kehidupan perkawinan mereka pun akan tidak harmonis. Karenanya, masalah seksual ini perlu diketahui dan dipelajari.
Acara berlangsung menarik dari pukul 19.00 dan tidak terasa berakhir pukul 22.00. Begitu banyak pertanyaan yang diajukan tetapi karena keterbatasan waktu maka tidak dapat dijawab 100% oleh Dr. Naek. Respon tinggi yang diberikan jemaat menunjukan bahwa banyak hal yang berkaitan dengan seks yang belum diketahui secara benar.

Pada bagian akhir Pdt Hengky So, S.Th memberikan masukan. Menurutnya, seks bukanlah hal yang tabu dan memang perlu dipelajari. Seks bukanlah hal yang haram, tapi harus dinikmati, asal melakukannya dengan istri. Melalui seminar ini, kita diharapkan memiliki pandangan baru tentang seks.

Berikut beberapa kiat bahagia suami istri dalam sebuah perkawinan:

* Suami dan istri harus menjaga kesehatan, kecantikan, dan kebersihan agar hubungan eksual mereka bisa berjalan dengan normal.
* Bila merasa tidak ada kecocokan, kenalilah pribadi masing-masing dan coba perbaiki.
* Hargailah pasangan agar kedudukannya sejajar dalam keluarga.
* Peliharalah hubungan seksual dengan mesra dan romantis. Aturlah waktu berhubungan secara teratur setidaknya minimal 1 kali tiap minggu.
* Bila ada problem seksual dan merasa jenuh, segeralah berkonsultasi dengan ahlinya.

Baca juga liputan lengkap seminar di majalah komunitas AdInfo. Selanjutnya KPE akan menyelenggarakan KKR pada Selasa, 27 November pukul 19.00 mendatang dengan tema Pria & Keteladanan. Kami mengundang para pria beserta istri untuk menghadiri acara tersebut. Percayalah acara ini penting untuk rumah tangga anda. (Novry Simanjuntak)

[+/-] Selengkapnya...

Berkat Tuhan Mengalir pada Orang Rendah Hati


Komunitas Pria Ecclesia (KPE) yang sebagian anggotanya alumni Pria Sejati area Semanan, Kamis, 27 September 2007 lalu menyelenggarakan ibadah bersama di lantai 1 GBI Ecclesia, Taman Semanan Indah. Acara ini bertujuan untuk memotivasi kaum pria agar bisa diberkati Tuhan dalam karir/bisnis. Selain diisi dengan khotbah dan lagu-lagu pujian, ibadah juga diisi oleh kesaksian seorang pengusaha dalam membangun bisnisnya.

Ibadah terlihat penuh damai dan sukacita, dimana peserta mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Tidak ketinggalan kehadiran Vokal Group Talenta dengan suara emasnya menambah semarak suasana.

Menurut Novry Simanjuntak, wakil ketua KPE, acara ini bertujuan untuk membangun semangat pria agar tangguh dalam menjalankan aktifitas bisnis dengan tetap berada di jalan Tuhan. Bukan itu saja, komunitas pria yang mengikuti ibadah ini merasa diberkati dengan siraman rohani yang dibawakan Pdt Ridwan Hutabarat. Beliau bisa membawa suasana ibadah menjadi lebih bersemangat dank has pria.

Dalam khotbahnya, Pdt Ridwan Hutabarat mengungkapkan, manusia saat ini masih banyak yang munafik terlebih kita sebagai seorang suami. Walaupun sering ke gereja, namun setelah sampai di rumah tetap menunjukan perlakukan yang tidak baik.

“Hal ini sering terjadi dalam keluarga, terutama dalam memperlakukan istri. Suami sering tidak pernah mensyukuri apa yang diberikan Tuhan kepadanya. “Bagaimana pun istrimu itu merupakan pemberian Tuhan, untuk itu berbaik hati dan percayalah kepadanya,” tukas Pdt Ridwan Hutabarat.

Beliau juga menuturkan bahwa Tuhan tidak pernah berbohong. Untuk itu, jangan pernah menyerah. Kita harus rendah hati, lemah lembut dan sabar menghadapi apapun. Sekalipun berada di tengah-tengah keluarga yang sedang dihadapi cobaan berat sekalipun. Ini semua tertuang dalam alkitab di mana Tuhan membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan.

Dalam hal ini, lanjutnya, Yairus adalah salah satu orang terkemuka di gereja saat itu. Namun, beliau masih tetap berharap agar Tuhan Yesus mau datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anaknya yang sedang sekarat. Ini membuktikan bahwa Yairus percaya akan kekuatan dan kuasa Tuhan Yesus. Namun selama dalam perjalanan, banyak halangan yang terjadi. Ini membuat Tuhan Yesus dan Yairus harus berhenti sejenak di tengah perjalanan.

Bahkan Yesus pun sempat menyembuhkan wanita yang mengalami pendarahan sebelum menemui anak Yairus yang sekarat. Sebagai manusia biasa, sepatutnya Yairus marah dan kecewa. Di samping anaknya sedang sekarat, Yesus yang diharapkan segera sampai ke rumahnya masih harus menyembuhkan seorang wanita terlebih dahulu. Namun Yairus tetap sabar dan tabah. Yairus percaya bahwa Tuhan mampu memberikan mukjizat kepada anaknya.

Sesampai di depan rumah, sang istri menghampiri Yairus dan mengatakan bahwa anaknya telah tiada. Melihat anaknya yang sudah meninggal, Yairus pun masih tetap tabah dan percaya. Saat itulah Tuhan Jesus menjamah dan menyuruh anak Yairus yang telah mati untuk segera bangkit. Dalam waktu sekejap, anak Yairus yang telah mati pun langsung bangkit dari kematian.

“Puji Tuhan….Kita harus bisa seperti Yairus yang rendah hati dan sabar walaupun masalah besar menghampirinya. Kita harus yakin bahwa berkat Tuhan akan turun ke orang-orang yang rendah hatinya. Untuk itu, marilah kita bertobat jangan besok, tapi sekarang!!!” ujar Pdt Ridwan Hutabarat.

Dalam ibadah ini, seorang pelaku bisnis yang bernama Yuyung juga memberikan kesaksian hidupnya yang di jamah Tuhan. Dalam kesaksian tersebut, Yuyung mengungkapkan perjalanan hidupnya semasa kecil dan remaja yang penuh dengan kesulitan dan kesengsaraan. Hal ini dialaminya sejak umur 8 tahun ketika harus ikut dengan ibu tirinya hingga membuat dirinya jauh dari Tuhan, tapi tetap mempunyai cita-cita untuk menjadi orang sukses.

Alhasil, setelah menikah pada umur 23 tahun, Yuyung akhirnya memiliki sebuah perusahaan garmen di Bandung. Keadaan ini ternyata tidak membuatnya selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan kepadanya. Setiap hari, kehidupannya selalu diisi perbuatan jahat. Yuyung selalu berbohong, berjudi, berzinah, memakai narkoba, dan membuatnya jauh dari istri dan anaknya.

Setelah bergumul dengan dosa bertahun-tahun, sekitar tahun 1997 perusahaan Yuyung pun bangkrut total. Bukan hanya perusahaan, tempat tingggalnya pun ikut disita oleh bank dan Yuyung pun terbelit hutang di mana-mana. Ini membuat dirinya terjatuh dan putus asa dalam hidupnya.

Yuyung menuturkan, ketika dirinya menjadi orang yang sabar dan rendah hati, Tuhan memberikan jalan dan berkat kepadanya. Tuhan langsung menjamahnya saat baru 6 bulan menggeluti bisnis kuliner.

Setelah satu tahun, dirinya sudah bisa buka usaha di ruko dan berlanjut membuka cabang di tempat lain. “Jangan pernah meninggalkan Tuhan. Kedamaiaan, kelembutan, sukacita, kesuksesan, dan apapun yang kita cari, semuanya ada dalam firman Tuhan,” ungkap Yuyung. (Jhon Rico)

[+/-] Selengkapnya...

10/08/2007


[+/-] Selengkapnya...

9/12/2007


[+/-] Selengkapnya...

9/07/2007

MAU TUMBUH? CARI DUKUNGAN DAN BINA HUBUNGAN!

Manusia adalah mahluk sosial. Demikian teori itu sudah diuangkapkan oleh para ahli sejak dulu. Bertumbuhnya seseorang sangat dipengaruhi oleh dukungan yang ada di lingkungannya. Dukungan itu sendiri tentunya datang dari hubungan yang terjalin dengan baik. Masalahnya adalah, kita sering meminta suatu dukungan tetapi tidak berusaha untuk memikirkan dan membina hubungan terlebih dulu dengan baik.

Demikian fakta yang diungkapkan oleh Yakob Kusmanto pada ibadah KPE, Selasa, 21 Agustus 2007 lalu di Lantai 1 GBI Ecclesia TSI. Acara yang bertujuan memotivasi kaum pria untuk tampil lebih maksimal dalam karis/bisnis ini, didominasi oleh kesaksian perjalanan hidup beliau di dalam membangun bisnis tekstil.

Dalam sharing dengan moderator Boy Yusup tersebut, Yakob mengungkapkan bagaimana kehidupan masa kecil dan remajanya yang penuh dengan perkelahian, melawan orang tua, masuk penjara dan lain sebagainya. Sampai pada di suatu titik dimana akhirnya ia sadar, memutuskan untuk berhenti sekolah dan bekerja di salah satu pabrik tekstil.

Menurutnya ada 2 hal yang mesti dilakukan dalam merintis karir agar memperoleh hasil maksimal. Pertama, berani menghadapi suatu pembaruan. Pembaruan yang dimaksud adalah tekad dan konsistensi untuk melakukan perubahan secara ektrim menuju suatu keadaan yang lebih baik termasuk dalam kehidupan rohani. Selanjutnya diikuti dengan terus belajar dan berusaha menghargai dan mencintai pekerjaan yang saat ini ditekuni.

Yakob menceritakan bagaimana kesulitan datang bertubi-tubi tetapi justru mendorong ia menjadi lebih maksimal lagi. Mulai bekerja di tahun 1979 dengan gaji Rp. 40.000,- (saat ini kira-kira setara dengan Rp. 400.000,-), Yakob mensiasati kesulitan yang dihadapi dalam hal transportasi misalnya, dengan berangkat kerja sambil lari pagi. Ia secara spontan tanpa diperintah, mencuci mobil pemilik perusahaan dengan harapan diperbolehkan ikut makan pagi di dalam rumah bersama dengan sopir. Tanpa banyak mengeluh ia tekun bekerja sambil tetap menyerahkan diri kepada Tuhan.

Secara berulang-ulang, Yakob mendorong para pria untuk memberi lebih dari apa yg diterima (rajin, bekerja lebih keras, loyal) dan mempunya semangat tinggi yang ditunjukan dengan lebih banyak mengambil tanggung jawab secara kreatif. “Kita harus mempunyai satu sikap bahwa tidak ingin hidup dari suatu pekerjaan tapi ingin menghidupi pekerjaan itu. Untuk itu kita juga harus mempunyai semangat untuk selalu belajar, belajar dan belajar lagi,” tegas pria yang tinggal di daerah Pluit itu mantap.

Tuhan begitu baik. Usaha keras, loyalitas tinggi, bekerja lebih dari apa yang menjadi tanggung jawabnya ternyata membuat Yakob semakin diberi kepercayaan dan membawa karirnya pada level yang lebih baik lagi. Sampai pada akhirnya dengan sepengetahuan atasan, Yakob mengambil keputusan untuk membuka usaha tekstil sendiri yang dimulai dari menjual handuk bekas. Ia diberi kesempatan untuk membeli handuk bekas dari pabrik dimana ia bekerja dengan harga yang relatif rendah. Dari sini terlihat bahwa pria dengan 2 orang puteri ini mulai tumbuh karena mendapat dukungan yang diperjuangkan dengan keras dan dukungan itu sendiri datang karena hubungan yang ia bina dengan baik.

Usaha baru tersebut begitu ditekuni dengan perjuangan dan kerja keras. Tuhan ikut bekerja hingga tahun-tahun berikutnya dilewati dengan penuh keberhasilan. Saat ini pria berusia 46 tahun ini menjadi pengusaha berhasil dengan 7 perusahaan tekstil yang melayani 26 propinsi.

Sebagai pengusaha, ia tetap bersandar kepada Tuhan. “Segala sesuatunya dari Tuhan dan jika Tuhan memberi berkat yang lebih besar kepada kita, maka kita harus membagi berkat tersebut kepada sesama,” ungkapnya. Sadar bahwa keberhasilannya karena dukungan dari orang lain, Yakob mulai memberikan dukungan kepada staff atau rekannya untuk ikut maju seperti dirinya, baik dalam karir atau bahkan menjadi seorang pengusaha.

Di sela-sela waktu yang begitu padat, ia menyediakan waktu yang cukup untuk me-mentor orang-orang yang punya semangat untuk maju. Dengan wadah Kingdom Business Community (Ketua Bidang Pengembangan), ia membimbing para pria untuk berhasil dalam karir atau bisnis dengan benar dan tetap di jalan Tuhan.

Kepada para pria yang saat ini berstatus karyawan, ia mengingatkan agar dalam bekerja tetap setia kepada atasan atau pemilik. “Jujur dan binalah hubungan dengan baik. Berikan sesuatu yang lebih bagi kemajuan perusahaan. Baru anda mengharapkan dukungan,” katanya.

Sebaliknya kepada para pengusaha Yakob menekankan bahwa keberhasilan yang selama ini diperoleh juga atas dukungan karyawan. Oleh karena itu dukung para staff agar mereka bisa maju bahkan bisq menjadi pengusaha juga. “Jangan takut tersaingi, percayalah berkat Tuhan bukan berasal berasal dari kemampuan kita sendiri. Lagipula buktinya perusahaan saya justru melejit naik ketika iklim bisnis secara umum sedang turun,” tutupnya meyakinkan. (Novry Simanjuntak, novry.sabmen@gmail.com)

Pertemuan KPE selanjutnya akan diadakan pada Kamis, 27 September 2007, pukul 19.00. Pastikan anda datang. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Tony Priatna (6803 7786) atau Novry Simanjuntak (6866 9989)

[+/-] Selengkapnya...

8/16/2007


[+/-] Selengkapnya...

Ayah Terhebat

Sudah beberapa malam tubuh Noah panas tinggi dan keadaannya sungguh membuat kami kuatir. Kesedihanku tak terkatakan melihat lemahnya tubuh kecil Noah, dan kesedihanku semakin bertambah saat mengingat ketulian yang dideritanya. Suatu malam suhu tubuh Noah sangat tinggi sehingga aku dan Marty, suamiku sepakat bergantian untuk merawatnya.

Tengah malam itu aku terjaga dan melihat Marty dengan penuh kasih sayang menimang-nimang Noah. Ia menaruh kepala Noah di dadanya yang bidang, supaya Noah dapat merasakan detak jantung ayah yang sangat mengasihinya. Untuk menidurkan dan menenangkan anak kami yang lain, biasanya kami menggunakan nyanyian atau bunyi mainan, tetapi untuk Noah kami menggunakan sentuhan. Noah terlihat tenang jika sedang dipeluk atau jemari kecilnya dipegang.
Beberapa menit kemudian aku bangun dan berdiri di depan pintu sambil memperhatikan pria yang luar biasa itu, ayah dari anak-anakku! Kemudian dengan lembut aku menyentuh bahunya sambil menawarkan diri untuk bergantian menggendong Noah, tetapi ia menggelengkan kepalanya. Malam itu aku kagum dengan pria yang telah kupilih menjadi pendamping hidupku, karena yang kutahu di luar sana banyak suami yang akan lebih memilih tidur di tengah malam daripada bergantian dengan istrinya untuk merawat anak-anak mereka.

Ketika pagi tiba, kami kembali membawa Noah ke dokter dan dokter menyarnkan agar kami membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di rumah sakit kami berdoa saat menanti hasil test yang dilakukan untuk mengetahui penyakit Noah.

Kami sehati berdoa memohon kesembuhan untuk Noah dan saat itu kami merasakan kekuatan baru Tuhan alirkan di hati kami. Tak lama kemudian dokter memanggil kami dan memberitahukan bahwa Noah hanya terkena influensa. Kami saling pandang dan tersenyum sambil menghapus air mata yang menetes di pipi.

Setelah pulang dari rumah sakit aku melihat hubungan Marty dan Noah semakin akrab. Marty sering membacakan buku cerita dengan memegang tangan Noah guna menyajarinya membentuk tanda dari huruf-huruf yang ada di buku itu. Bahasa isyarat pertama yang diajarkan Marty adalah mengatakan "aku mencintaimu". Sebagai wanita aku merasa mampu mengasihi dan memelihara keluargaku karena ditopang oleh suami yang hebat. Marty adalah pria paling tepat yang telah kupilih menjadi ayah bagi anak-anakku.

Alkitab menceritakan bahwa Ishak juga memiliki ayah yang hebat. Sebagai ayah yang hebat, Abraham mendidik Ishak menjadi orang yang takut akan Tuhan. Abraham memelihara Ishak ketika Sara telah meninggal dunia. Kehebatan Abraham sebagai ayah disempurnakan ketika ia meminta Eliezer pergi ke Aram-Mesopotamia untuk mencari pendamping hidup bagi Ishak dari kaumnya.

Ayah yang hebat adalah ayah yang menjadi sahabat bagi anak-anaknya.

[+/-] Selengkapnya...

8/02/2007

Donor Darah Buat Jantung Gagah

KPE (Komunitas Pria Ecclesia) dengan PMI Kodya Tangerang mengadakan kegiatan donor darah di GBI Ecclesia, Taman Semanan Indah. Acara berlangsung 28 Juli 2007 lalu dan dihadiri sekitar 200 orang, baik para jemaat dan masyarakat sekitar yang antusias ikut mendonorkan darahnya.


Dalam kegiatan ini, selain mendonorkan darahnya, masyarakat juga diberikan penyuluhan tentang manfaat donor darah. Donor darah akan membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung dan masalah jantung lainnya.

Menurut Ketua KPE, Toni Priatna, kegiatan ini telah kami lakukan sebanyak 2 kali. Tujuannya semata-mata membantu PMI dalam mengumpulkan kantung darah yang dibutuhkan masyarakat. Seperti untuk masyarakat yang terkena demam berdarah, misalnya.

“Penderita demam berdarah sangat membutuhkan darah untuk memulihkan kondisinya. Oleh karena itu, kami berharap semua masyarakat terketuk hatinya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dengan mendonorkan darahnya. Mereka juga diharapkan tidak awam dengan donor darah. Selain bermanfaat bagi orang lain, donor darah berguna pula untuk kesehatan kita sendiri,” lanjutnya.

Seperti halnya saya sendiri, tambahnya, saya sudah lebih dari 16 kali mendonorkan darah. Manfaatnya, sangat baik buat kesehatan saya,” ujar Toni.

Begitu juga dengan Daniel yang sangat senang dengan kegiatan ini. Di samping menyehatkan tubuh, dengan acara ini dia tidak perlu pergi jauh-jauh lagi untuk mendonorkan darahnya. “Biasanya saya mendonorkan darah di daerah Tangerang,” tuturnya.

Lain halnya dengan Sandro, maksud hati melakukan donor darah, ternyata setelah diperiksa tidak boleh mendonorkan darahnya. “Menurut petugas yang memeriksa, saya belum boleh mendonorkan darah karena ada penyakit maag. Padahal saya ingin sekali mendonorkan darah,” katanya.

Lebih jauh Toni Priatna menjelaskan, misi kemanusiaan yang dilakukan KPE bukan hanya hari ini saja. Setiap 3 bulan sekali, kami akan mengadakan donor darah secara rutin. Bahkan ke depannya, KPE juga akan membantu masyarakat miskin. Ini bisa dilakukan dengan mengadakan pengobatan gratis atau memberikan sembako.

Mencegah Penyakit Jantung

Dari sudut medis, mendonorkan darah merupakan kebiasaan baik bagi kesehatan pendonor. Salah satunya, dengan mendonorkan darah secara teratur berarti Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur pula. Karena memang sebelum mendonorkan darah, orang harus lebih dulu diperiksa kesehatannya secara lengkap.

Dalam hal ini, banyak penyakit yang terkadang tidak bergejala, seperti tekanan darah tinggi ditemukan secara tidak sengaja dalam pemeriksaan rutin, yakni dalam selang waktu minimal 56 hari sekali.

Penelitian menunjukkan, mendonorkan darah akan mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh. Walau masih perlu penelitian lagi untuk memastikannya, kelebihan zat besi diduga berperan menimbulkan kelainan pada jantung. Kelebihan itu akan membuat kolesterol jahat (LDL) membentuk Aterosklerosis (plak lemak yang akan menyumbat pembuluh darah). Menurunnya angka masalah penyakit jantung terutama terlihat pada para pendonor yang tidak merokok.

[+/-] Selengkapnya...

7/23/2007

Info Terbaru!!! Pelatihan dasar2 Jurnalistik

[+/-] Selengkapnya...

Susunan Pengurus KPE 2007-2008

Penasehat Pdt. Hengky So 08164848310

Pdm. Fredy Haryadi



Pendamping Penasehat Pdm Isyah P 08161918271

Pdm James R 08561486666

Pdm Daniel HS 081511156900

Pdm Maxi N 08128282225

Pdm Andreas

Eddy Adiel 0811144655



Ketua Toni Priatna 08164814758
Wakil Ketua Novry Simanjuntak 0811992989
Sekretaris Teddy Kurniawan 0816724642
Bendahara & Dana Ipul Pulunggono

Rudi Setiawan 0816713361

David Sanjaya 0817886100



Acara Altjin Wijaya 0818119098

Boy Yusuf 08161819794



Humas & Publikasi Hindra Ginanjar 08161963720

Jan Wisnu 0818678088

Abraham Suheri 0811888443

Ronnie Lie 0818118361



Konsumsi Sinar Ritonga 08121029750

Elly Samsoemin 08161375664



Perlengkapan dan Dekorasi Riadi 0816756249

Leonardi 0816770085

Kok Liang 081317506888

Yahya 08128075593



Visitasi, Pemerhati
Jauw Steven 08129462228
dan Hospitality Tony L. Chandra 0818992274

Lianto 08159095188

Okke Musalim 08161819794

Ayung

Amin Fatah 0818933492

Biren Aruan



Dokumentasi Oo Wyber

Johan



EF Wan Ping 081314494263

Mardijanto 081366052419



Keamanan Hartono 08128699888

Richard Kurniawan 081584131333



Pendoa Syafaat Abin Napis 0816854833

Supaon 08161979858

Harry Syamsudin 0818722616

[+/-] Selengkapnya...

7/20/2007

Talk Show “Man In Business” - Bisnis Tidak Harus Kejam dan Mematikan


Memuji dan memulikan nama Tuhan, bukan hanya di gereja saja. Dalam prilaku keseharian, baik di lingkungan keluarga atau pekerjaan, kita pun harus terus berpegang teguh pada prinsip ketuhanan agar semuanya berjalan lancar dan jauh dari dosa.

Setelah sukses dengan ibadah perdananya, KPE (Komunitas Pria Ecclesia) kembali menggelar kegiatan (talk show) yang kali ini bertemakan “Man In Business”. Acara (12/7) yang berlokasi di GBI Eccleisa Taman Semanan Indah ini dihadiri kaum pria yang ingin benar-benar memuji nama Tuhan, sekaligus mengetahui berbisnis di jalan yang benar.

Acara diawali dengan ibadah dan pujian singkat yang dipimpin Pdm. Maxi Nesi yang sekaligus menjadi moderator talk show.Sesuai dengan tema, selain ibadah, pria-pria yang hadir juga diberikan pencerahan oleh pembicara, Jhon N. Palinggih. Jhon mengutarakan beberapa kiat bisnis, tanpa harus melakukan pelanggaran dosa.

Saat ini banyak orang yang terus berdoa kepada Tuhan, tapi masih menyimpan dosa dan dendam kepada orang lain dan keluarga. Dosa dalam keluarga bisa kita hasilkan ketika bertengkar dengan istri atau kurang perhatian kepada anak. “Untuk itu, kita harus segera mohon pengampunan atas semua dosa-dosa yang pernah kita perbuat,” ujar Jhon.

Tanpa disadari, perlakuan kita kepada keluarga bisa berimbas pada perkembangan bisnis. Pada dasarnya, keluarga adalah bendera yang bisa membuat kita lebih baik dan berkembang. Bila keluarga kita harmonis, berjalan di jalan yang benar, niscaya bisnis pun akan lancar.

Untuk itu, jadikan hidup dan keluargamu lebih baik, kelak engkau akan meraih hidup yang bahagia dan sejahtera. Terlebih sebagai seorang laki-laki yang harus menanamkan cinta kasih kepada semua, terutama pada keluarga sendiri.

Menurut Jhon, ada beberapa prinsip yang harus kita pegang ketika melakukan bisnis. Pertama, seribu teman masih kurang, tapi satu musuh sudah cukup. Kedua, meminum air harus tahu dari mana sumbernya agar bisa kita pelihara. Ketiga, ikan kecil umpannya kecil dan ikan besar umpannya haruslah besar. Keempat, kucing hitam kucing putih tidak penting, yang penting bisa menangkap tikus. Kelima, tidak keluar uang kecil, tidak masuk uang besar.

“Semakin kita membangun kehidupan di atas prinsip tersebut, semakin luruslah jalan yang kita tempuh. Perubahan bukanlah perubahan, sampai terjadi perubahan. Dan kita juga harus yakin bahwa perubahan akan menjadikan kita ciptaan yang baru,” kata John.
Ketika berbisnis, akan ada masalah-masalah yang tidak pernah terselesaikan. Hal ini karena kurangnya kepercayaan diri, kalkulasi (hanya mau untung besar), tidak cerdik, kurang pengalaman, dan tidak setia pada pekerjaannya sendiri.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yang dilontarkan para peserta di acara tersebut, salah satunya adalah berbisnis dengan cara licik dan curang. Apakah hal tersebut dibenarkan?
“Bisnis memang harus kejam dan mematikan, tapi agama Kristen tidak pernah mengajarkan kekejaman. Kita harus berbisnis di jalan Tuhan, tanpa harus menyakiti orang lain. Dengan begitu, niscaya bisnis akan lancar dan iman pun akan terus tumbuh,” ucap Jhon.
Dalam dunia bisnis, tambahnya, kita harus tetap mengasihi sesama manusia dan jangan pernah menyakiti orang lain. Gunakanlah teori kasih sayang agar bisnis lancar dan terhindar dari dosa.

Acara diakhiri dengan pemberian hadiah kepada 2 peserta yang dinilai memberikan pertanyaan terbaik dan doa berkat oleh Pdt Hengki So pada pukul 21.30 tepat.



Puji Tuhan, banyak peserta merasa mendapat berkat dari talk show. Seperti apa yang dinyatakan oleh Budi seorang pengusaha kecil-menengah. "Saya mempunya usaha yang sudah lama berjalan tetapi kurang berkembang. Rasanya memang ada yang tidak sesuai dengan prinsip bisnis dalam Tuhan seperti yang diuangkapkan pembicara, saya akan evaluasi."
Di sisi lain, Maming seorang karyawan perusahaan ekspedisi juga menyatakan menerima pencerahan dari acara ini. "Sebagai seorang karyawan memang kita harus setia, jujur dan tetap loyal (dalam Tuhan) kepada atasan/pemilik selama masih berkerja di perusahaannya. Karena kita harus setia dari mulai perkara kecil sebelum dipercaya oleh Tuhan akan perkara yang lebih besar seperti misalkan memiliki usaha sendiri," tuturnya.
Ke depan KPE akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan rutin lain seperti seminar motivasi, workshop/pelatihan keterampilan tepat guna, donor darah dan lain-lain. Mari memberikan masukan dan bergabung bersama kami. (Novry Simanjuntak, novry.sabmen@gmail.com)

[+/-] Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Komunitas Pria Ecclesia - Selenggarakan Ibadah Perdana


Untuk lebih menjalin persaudaraan sesama pria, KPE (Komunitas Pria Ecclesia) yang baru terbentuk 2 Mei 2007, menyelenggarakan ibadah perdana pada 29 Mei 2007 lalu di Gereja Ecclesia, Semanan. Acara dihadiri 200 pria dari berbagai gereja, baik dari alumni Pria Sejati atau yang belum mengikutinya.


Dimulai pukul 18.30, acara diawali dengan karaoke lagu-lagu rohani oleh para peserta secara bergantian. 3 pria menyumbangkan suaranya dengan merdu untuk memuliakan namaNya. Puji Tuhan, ternyata banyak pria yang mempunyai bakat terpendam dalam dunia tarik suara.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan puji-pujian dipimpin oleh Altjin Wijaya dan diikuti khotbah dengan tema “The Values” dibawakan oleh Bapak Pdt Hengky So. Dengan lugas dan menarik, beliau memaparkan apa dan bagaimana konsep nilai-nilai kepriaan itu dilaksanakan oleh seorang pria agar maksimal.

Acara dikemas menarik dengan nuansa pria yang sangat kental. Keakraban semakin terasa ketika tempat ibadah didesain sedemikian rupa agar peserta bisa lebih rileks dan terbuka. Sebut saja desain meja bundar dengan konsep café dengan sinaran lampu lilin yang gemerlap, semakin membuat acara menjadi lebih elegan dan khidmat. Kebebasan dalam arti positip dan keterbukaan karena memang tidak dihadiri oleh istri dan anak juga mewarnai pertemuan ini.

Di samping itu, “The Value” juga diisi dengan permainan yang menarik. Dalam game tersebut, peserta diberikan waktu untuk saling berkenalan dan menulis data-data pribadi secara lengkap satu sama lain. Peserta yang paling banyak mendapatkan data pribadi adalah pemenangnya. Bapak Pdt. Hengky So dan Bapak Budi Yonathan – BOD Christian Men’s Network terlihat sangat antusias mengikuti permainan tersebut.

Suka-cita terpancar dari wajah para pria pada malam itu, seperti Andi yang mengatakan bahwa pertemuan hari itu benar-benar membawa berkat pada dirinya. “Sebelum datang ke tempat ini, saya banyak pikiran soal pekerjaan di kantor dan rumah tangga. Tapi, setelah mengikuti ibadah hari ini, saya mendapat beberapa hikmat dan terbebas dari pikiran-pikiran itu. Saya percaya jika pria dipulihkan maka keluarga dan karir saya juga akan dipulihkan,” ujar Andi dengan mantap. Malam itu Ia terlihat mendapatkan sesuatu baik untuk kehidupan pribadi dan keluarganya.

Demikian juga Uut Situmorang mengharapkan agar ke depan acara dengan format yang seperti diselenggarakan oleh KPE ini secara rutin terus dilaksanakan. “Perlu ada wadah khusus untuk pria agar bisa saling terbuka, saling memperhatikan dan saling mendukung dalam doa dan tindakan. Dan KPE inilah tempatnya,” ujarnya menambahkan.

Selanjutnya KPE akan menyelenggarakan talkshow dengan tema “Man in Business” pada Kamis, 12 Juli 2007 mendatang, pukul 18.30 – selesai. Materi akan dibawakan oleh Bapak DR. John N. Palinggi, MM, MBA dimana akan diuraikan mengenai salah satu tanggung jawab seorang pria dalam keluarga (mencari nafkah), bagaimana memulainya pada skala kecil-menengah dan seperti apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan”. Kami mengundangan saudara untuk menghadiri talkshow tersebut. Jangan ragu, pastikan Anda datang dan Tuhan Yesus memberkati. (Novry Simanjuntak, novry.sabmen@gmail.com)

[+/-] Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...