Perempuan yang seringkali melihat orang tuanya bertengkar ketika kecil ternyata akan memiliki masalah seks di kemudian hari. Banyak di antara mereka yang tidak bisa ejakulasi dan merasakan nikmatnya berhubungan seks.
Makanya, bagi orang tua yang memiliki anak perempuan jangan bertengkar di depan anaknya. Perempuan lebih peka perasaannya dan dalam hubungan seksual, kaum hawa lebih mendahulukan perasaannya.
“Lain halnya dengan laki-laki, karena hormon mereka lebih tinggi tidak terlalu berpengaruh dengan hal tersebut,” kata Dr. Naek L Tobing dalam sebuah seminar & talkshow menarik bertema “Seks Dalam Hubungan Suami Istri” yang diselenggarakan Komunitas Pria Ecclesia (KPE).
Di samping hal tersebut, ada pula masalah seks pada wanita yang seringkali timbul dan bisa menggangu keharmonisan hubungan suami istri. Seperti perasaan tidak dihargai karena sering tidak “disentuh” oleh suaminya.
“Padahal istrinya cantik dan memiliki organ seks yang cukup bagus, tapi suaminya jarang sekali menyentuhnya. Kalau begitu, istri akan merasa tidak dihargai dan merasa tidak berharga hingga bukan tidak mungkin akan berpengaruh pada hubungan seksualnya,” ucap dokter yang kerap menjadi ikon seks ini.
Kemudian, bagi perempuan yang bekerja, akan ada masalah lain lagi dengan suaminya. Mereka biasanya akan terlalu lelah dan kehilangan hasrat bercinta ketika pulang sehabis bekerja.
“Hal tersebut, biasa terjadi pada istri yang lebih sukses dari suaminya. Istri lebih sibuk dari pada suaminya. Nah, ketika suami ingin berhubungan, istri sudah kecapean dan terjadilah gangguan seks yang diakibatkan kondisi fisik istri,” ucapnya.
Ada beberapa gangguan seks yang dipaparkan dalam seminar yang diadakan pada Sabtu, 27 Oktober lalu di Gereja Ecclesia, Taman Semanan tersebut. Di antaranya gangguan seks dalam bentuk fisik yang bersifat akut dan kronik. Beberapa penyakit seperti diabetes, jantung, liver, dan stroke, adalah gangguan seks bersifat kronik, termasuk obesitas.
Menurut dokter yang berpraktek di daerah Kebayoran Baru ini, obesitas ternyata mendapat perhatian serius akhir-akhir ini. Di Singapura sendiri, pemerintahnya sudah mencegah hal tersebut sejak seseorang duduk di bangku SD.
“Pemerintah di sana sudah mulai memeriksa setiap murid SD. Kalau terdeteksi memiliki gejala obesitas, langsung dimasukan dalam program konsultasi untuk menjaga berat badan,” jelasnya.
Begitu juga dengan Diabetes. Orang yang memiliki penyakit ini berpotensi memiliki penyakit Neuropati yang bisa menurunkan syaraf di kepala penis. “Ini yang susah. Bagaimana berhubungan seksual kalau penis tidak bisa ‘berdiri’,” jelasnya.
Seks Suami Istri
Hidup kita ini sebenarnya ditentukan oleh perkawinan. Dalam diri manusia ada insting yang menimbulkan ketertarikan pada lawan jenis. Dari ketertarikan ini, perempuan dan wanita akan mengikat diri dalam tali perkawinan yang menimbulkan beberapa aturan.
Dalam perkawinan yang merupakan hasil dari penyatuan dan komitmen, suami istri akan melakukan hubungan seksual ketika ingin berkembang biak. Mereka akan melakukan hubungan seksual yang seringkali tidak berjalan mulus.
Ada saja kendala hubungan seksual yang terjadi pada diri pasangan suami istri. Sebabnya bisa bermacam-macam. Hal yang terberat adalah terjadinya disfungsi seksual yang dapat terjadi pada suami atau istri.
Manfaat seks sendiri bisa dijabarkan sebagai puncak kenikmatan tertinggi ketika seseorang mengalami ejakulasi atau orgasme, sebagai bukti kemesraan dari cinta suami atau istri, dan membuat perasaan masing-masing semakin muda, segar, dan sehat.
“Seks pun berperan sebagai cara menyatukan suami istri secara total, pengukur hubungan dan membuat perasaan suami istri semakin bahagia,” ucap Naek.
Kalau hubungan seksual suami dan istri terganggu, lanjutnya, maka kehidupan perkawinan mereka pun akan tidak harmonis. Karenanya, masalah seksual ini perlu diketahui dan dipelajari.
Acara berlangsung menarik dari pukul 19.00 dan tidak terasa berakhir pukul 22.00. Begitu banyak pertanyaan yang diajukan tetapi karena keterbatasan waktu maka tidak dapat dijawab 100% oleh Dr. Naek. Respon tinggi yang diberikan jemaat menunjukan bahwa banyak hal yang berkaitan dengan seks yang belum diketahui secara benar.
Pada bagian akhir Pdt Hengky So, S.Th memberikan masukan. Menurutnya, seks bukanlah hal yang tabu dan memang perlu dipelajari. Seks bukanlah hal yang haram, tapi harus dinikmati, asal melakukannya dengan istri. Melalui seminar ini, kita diharapkan memiliki pandangan baru tentang seks.
Berikut beberapa kiat bahagia suami istri dalam sebuah perkawinan:
* Suami dan istri harus menjaga kesehatan, kecantikan, dan kebersihan agar hubungan eksual mereka bisa berjalan dengan normal.
* Bila merasa tidak ada kecocokan, kenalilah pribadi masing-masing dan coba perbaiki.
* Hargailah pasangan agar kedudukannya sejajar dalam keluarga.
* Peliharalah hubungan seksual dengan mesra dan romantis. Aturlah waktu berhubungan secara teratur setidaknya minimal 1 kali tiap minggu.
* Bila ada problem seksual dan merasa jenuh, segeralah berkonsultasi dengan ahlinya.
Baca juga liputan lengkap seminar di majalah komunitas AdInfo. Selanjutnya KPE akan menyelenggarakan KKR pada Selasa, 27 November pukul 19.00 mendatang dengan tema Pria & Keteladanan. Kami mengundang para pria beserta istri untuk menghadiri acara tersebut. Percayalah acara ini penting untuk rumah tangga anda. (Novry Simanjuntak)
10/31/2007
Seks Tidak Tabu, Ketahui dan Pelajarilah dengan Benar
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
10/31/2007 03:08:00 PM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar