7/23/2007

Info Terbaru!!! Pelatihan dasar2 Jurnalistik

[+/-] Selengkapnya...

Susunan Pengurus KPE 2007-2008

Penasehat Pdt. Hengky So 08164848310

Pdm. Fredy Haryadi



Pendamping Penasehat Pdm Isyah P 08161918271

Pdm James R 08561486666

Pdm Daniel HS 081511156900

Pdm Maxi N 08128282225

Pdm Andreas

Eddy Adiel 0811144655



Ketua Toni Priatna 08164814758
Wakil Ketua Novry Simanjuntak 0811992989
Sekretaris Teddy Kurniawan 0816724642
Bendahara & Dana Ipul Pulunggono

Rudi Setiawan 0816713361

David Sanjaya 0817886100



Acara Altjin Wijaya 0818119098

Boy Yusuf 08161819794



Humas & Publikasi Hindra Ginanjar 08161963720

Jan Wisnu 0818678088

Abraham Suheri 0811888443

Ronnie Lie 0818118361



Konsumsi Sinar Ritonga 08121029750

Elly Samsoemin 08161375664



Perlengkapan dan Dekorasi Riadi 0816756249

Leonardi 0816770085

Kok Liang 081317506888

Yahya 08128075593



Visitasi, Pemerhati
Jauw Steven 08129462228
dan Hospitality Tony L. Chandra 0818992274

Lianto 08159095188

Okke Musalim 08161819794

Ayung

Amin Fatah 0818933492

Biren Aruan



Dokumentasi Oo Wyber

Johan



EF Wan Ping 081314494263

Mardijanto 081366052419



Keamanan Hartono 08128699888

Richard Kurniawan 081584131333



Pendoa Syafaat Abin Napis 0816854833

Supaon 08161979858

Harry Syamsudin 0818722616

[+/-] Selengkapnya...

7/20/2007

Talk Show “Man In Business” - Bisnis Tidak Harus Kejam dan Mematikan


Memuji dan memulikan nama Tuhan, bukan hanya di gereja saja. Dalam prilaku keseharian, baik di lingkungan keluarga atau pekerjaan, kita pun harus terus berpegang teguh pada prinsip ketuhanan agar semuanya berjalan lancar dan jauh dari dosa.

Setelah sukses dengan ibadah perdananya, KPE (Komunitas Pria Ecclesia) kembali menggelar kegiatan (talk show) yang kali ini bertemakan “Man In Business”. Acara (12/7) yang berlokasi di GBI Eccleisa Taman Semanan Indah ini dihadiri kaum pria yang ingin benar-benar memuji nama Tuhan, sekaligus mengetahui berbisnis di jalan yang benar.

Acara diawali dengan ibadah dan pujian singkat yang dipimpin Pdm. Maxi Nesi yang sekaligus menjadi moderator talk show.Sesuai dengan tema, selain ibadah, pria-pria yang hadir juga diberikan pencerahan oleh pembicara, Jhon N. Palinggih. Jhon mengutarakan beberapa kiat bisnis, tanpa harus melakukan pelanggaran dosa.

Saat ini banyak orang yang terus berdoa kepada Tuhan, tapi masih menyimpan dosa dan dendam kepada orang lain dan keluarga. Dosa dalam keluarga bisa kita hasilkan ketika bertengkar dengan istri atau kurang perhatian kepada anak. “Untuk itu, kita harus segera mohon pengampunan atas semua dosa-dosa yang pernah kita perbuat,” ujar Jhon.

Tanpa disadari, perlakuan kita kepada keluarga bisa berimbas pada perkembangan bisnis. Pada dasarnya, keluarga adalah bendera yang bisa membuat kita lebih baik dan berkembang. Bila keluarga kita harmonis, berjalan di jalan yang benar, niscaya bisnis pun akan lancar.

Untuk itu, jadikan hidup dan keluargamu lebih baik, kelak engkau akan meraih hidup yang bahagia dan sejahtera. Terlebih sebagai seorang laki-laki yang harus menanamkan cinta kasih kepada semua, terutama pada keluarga sendiri.

Menurut Jhon, ada beberapa prinsip yang harus kita pegang ketika melakukan bisnis. Pertama, seribu teman masih kurang, tapi satu musuh sudah cukup. Kedua, meminum air harus tahu dari mana sumbernya agar bisa kita pelihara. Ketiga, ikan kecil umpannya kecil dan ikan besar umpannya haruslah besar. Keempat, kucing hitam kucing putih tidak penting, yang penting bisa menangkap tikus. Kelima, tidak keluar uang kecil, tidak masuk uang besar.

“Semakin kita membangun kehidupan di atas prinsip tersebut, semakin luruslah jalan yang kita tempuh. Perubahan bukanlah perubahan, sampai terjadi perubahan. Dan kita juga harus yakin bahwa perubahan akan menjadikan kita ciptaan yang baru,” kata John.
Ketika berbisnis, akan ada masalah-masalah yang tidak pernah terselesaikan. Hal ini karena kurangnya kepercayaan diri, kalkulasi (hanya mau untung besar), tidak cerdik, kurang pengalaman, dan tidak setia pada pekerjaannya sendiri.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yang dilontarkan para peserta di acara tersebut, salah satunya adalah berbisnis dengan cara licik dan curang. Apakah hal tersebut dibenarkan?
“Bisnis memang harus kejam dan mematikan, tapi agama Kristen tidak pernah mengajarkan kekejaman. Kita harus berbisnis di jalan Tuhan, tanpa harus menyakiti orang lain. Dengan begitu, niscaya bisnis akan lancar dan iman pun akan terus tumbuh,” ucap Jhon.
Dalam dunia bisnis, tambahnya, kita harus tetap mengasihi sesama manusia dan jangan pernah menyakiti orang lain. Gunakanlah teori kasih sayang agar bisnis lancar dan terhindar dari dosa.

Acara diakhiri dengan pemberian hadiah kepada 2 peserta yang dinilai memberikan pertanyaan terbaik dan doa berkat oleh Pdt Hengki So pada pukul 21.30 tepat.



Puji Tuhan, banyak peserta merasa mendapat berkat dari talk show. Seperti apa yang dinyatakan oleh Budi seorang pengusaha kecil-menengah. "Saya mempunya usaha yang sudah lama berjalan tetapi kurang berkembang. Rasanya memang ada yang tidak sesuai dengan prinsip bisnis dalam Tuhan seperti yang diuangkapkan pembicara, saya akan evaluasi."
Di sisi lain, Maming seorang karyawan perusahaan ekspedisi juga menyatakan menerima pencerahan dari acara ini. "Sebagai seorang karyawan memang kita harus setia, jujur dan tetap loyal (dalam Tuhan) kepada atasan/pemilik selama masih berkerja di perusahaannya. Karena kita harus setia dari mulai perkara kecil sebelum dipercaya oleh Tuhan akan perkara yang lebih besar seperti misalkan memiliki usaha sendiri," tuturnya.
Ke depan KPE akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan rutin lain seperti seminar motivasi, workshop/pelatihan keterampilan tepat guna, donor darah dan lain-lain. Mari memberikan masukan dan bergabung bersama kami. (Novry Simanjuntak, novry.sabmen@gmail.com)

[+/-] Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...

Komunitas Pria Ecclesia - Selenggarakan Ibadah Perdana


Untuk lebih menjalin persaudaraan sesama pria, KPE (Komunitas Pria Ecclesia) yang baru terbentuk 2 Mei 2007, menyelenggarakan ibadah perdana pada 29 Mei 2007 lalu di Gereja Ecclesia, Semanan. Acara dihadiri 200 pria dari berbagai gereja, baik dari alumni Pria Sejati atau yang belum mengikutinya.


Dimulai pukul 18.30, acara diawali dengan karaoke lagu-lagu rohani oleh para peserta secara bergantian. 3 pria menyumbangkan suaranya dengan merdu untuk memuliakan namaNya. Puji Tuhan, ternyata banyak pria yang mempunyai bakat terpendam dalam dunia tarik suara.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan puji-pujian dipimpin oleh Altjin Wijaya dan diikuti khotbah dengan tema “The Values” dibawakan oleh Bapak Pdt Hengky So. Dengan lugas dan menarik, beliau memaparkan apa dan bagaimana konsep nilai-nilai kepriaan itu dilaksanakan oleh seorang pria agar maksimal.

Acara dikemas menarik dengan nuansa pria yang sangat kental. Keakraban semakin terasa ketika tempat ibadah didesain sedemikian rupa agar peserta bisa lebih rileks dan terbuka. Sebut saja desain meja bundar dengan konsep café dengan sinaran lampu lilin yang gemerlap, semakin membuat acara menjadi lebih elegan dan khidmat. Kebebasan dalam arti positip dan keterbukaan karena memang tidak dihadiri oleh istri dan anak juga mewarnai pertemuan ini.

Di samping itu, “The Value” juga diisi dengan permainan yang menarik. Dalam game tersebut, peserta diberikan waktu untuk saling berkenalan dan menulis data-data pribadi secara lengkap satu sama lain. Peserta yang paling banyak mendapatkan data pribadi adalah pemenangnya. Bapak Pdt. Hengky So dan Bapak Budi Yonathan – BOD Christian Men’s Network terlihat sangat antusias mengikuti permainan tersebut.

Suka-cita terpancar dari wajah para pria pada malam itu, seperti Andi yang mengatakan bahwa pertemuan hari itu benar-benar membawa berkat pada dirinya. “Sebelum datang ke tempat ini, saya banyak pikiran soal pekerjaan di kantor dan rumah tangga. Tapi, setelah mengikuti ibadah hari ini, saya mendapat beberapa hikmat dan terbebas dari pikiran-pikiran itu. Saya percaya jika pria dipulihkan maka keluarga dan karir saya juga akan dipulihkan,” ujar Andi dengan mantap. Malam itu Ia terlihat mendapatkan sesuatu baik untuk kehidupan pribadi dan keluarganya.

Demikian juga Uut Situmorang mengharapkan agar ke depan acara dengan format yang seperti diselenggarakan oleh KPE ini secara rutin terus dilaksanakan. “Perlu ada wadah khusus untuk pria agar bisa saling terbuka, saling memperhatikan dan saling mendukung dalam doa dan tindakan. Dan KPE inilah tempatnya,” ujarnya menambahkan.

Selanjutnya KPE akan menyelenggarakan talkshow dengan tema “Man in Business” pada Kamis, 12 Juli 2007 mendatang, pukul 18.30 – selesai. Materi akan dibawakan oleh Bapak DR. John N. Palinggi, MM, MBA dimana akan diuraikan mengenai salah satu tanggung jawab seorang pria dalam keluarga (mencari nafkah), bagaimana memulainya pada skala kecil-menengah dan seperti apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan”. Kami mengundangan saudara untuk menghadiri talkshow tersebut. Jangan ragu, pastikan Anda datang dan Tuhan Yesus memberkati. (Novry Simanjuntak, novry.sabmen@gmail.com)

[+/-] Selengkapnya...

[+/-] Selengkapnya...