7/20/2007

Talk Show “Man In Business” - Bisnis Tidak Harus Kejam dan Mematikan


Memuji dan memulikan nama Tuhan, bukan hanya di gereja saja. Dalam prilaku keseharian, baik di lingkungan keluarga atau pekerjaan, kita pun harus terus berpegang teguh pada prinsip ketuhanan agar semuanya berjalan lancar dan jauh dari dosa.

Setelah sukses dengan ibadah perdananya, KPE (Komunitas Pria Ecclesia) kembali menggelar kegiatan (talk show) yang kali ini bertemakan “Man In Business”. Acara (12/7) yang berlokasi di GBI Eccleisa Taman Semanan Indah ini dihadiri kaum pria yang ingin benar-benar memuji nama Tuhan, sekaligus mengetahui berbisnis di jalan yang benar.

Acara diawali dengan ibadah dan pujian singkat yang dipimpin Pdm. Maxi Nesi yang sekaligus menjadi moderator talk show.Sesuai dengan tema, selain ibadah, pria-pria yang hadir juga diberikan pencerahan oleh pembicara, Jhon N. Palinggih. Jhon mengutarakan beberapa kiat bisnis, tanpa harus melakukan pelanggaran dosa.

Saat ini banyak orang yang terus berdoa kepada Tuhan, tapi masih menyimpan dosa dan dendam kepada orang lain dan keluarga. Dosa dalam keluarga bisa kita hasilkan ketika bertengkar dengan istri atau kurang perhatian kepada anak. “Untuk itu, kita harus segera mohon pengampunan atas semua dosa-dosa yang pernah kita perbuat,” ujar Jhon.

Tanpa disadari, perlakuan kita kepada keluarga bisa berimbas pada perkembangan bisnis. Pada dasarnya, keluarga adalah bendera yang bisa membuat kita lebih baik dan berkembang. Bila keluarga kita harmonis, berjalan di jalan yang benar, niscaya bisnis pun akan lancar.

Untuk itu, jadikan hidup dan keluargamu lebih baik, kelak engkau akan meraih hidup yang bahagia dan sejahtera. Terlebih sebagai seorang laki-laki yang harus menanamkan cinta kasih kepada semua, terutama pada keluarga sendiri.

Menurut Jhon, ada beberapa prinsip yang harus kita pegang ketika melakukan bisnis. Pertama, seribu teman masih kurang, tapi satu musuh sudah cukup. Kedua, meminum air harus tahu dari mana sumbernya agar bisa kita pelihara. Ketiga, ikan kecil umpannya kecil dan ikan besar umpannya haruslah besar. Keempat, kucing hitam kucing putih tidak penting, yang penting bisa menangkap tikus. Kelima, tidak keluar uang kecil, tidak masuk uang besar.

“Semakin kita membangun kehidupan di atas prinsip tersebut, semakin luruslah jalan yang kita tempuh. Perubahan bukanlah perubahan, sampai terjadi perubahan. Dan kita juga harus yakin bahwa perubahan akan menjadikan kita ciptaan yang baru,” kata John.
Ketika berbisnis, akan ada masalah-masalah yang tidak pernah terselesaikan. Hal ini karena kurangnya kepercayaan diri, kalkulasi (hanya mau untung besar), tidak cerdik, kurang pengalaman, dan tidak setia pada pekerjaannya sendiri.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yang dilontarkan para peserta di acara tersebut, salah satunya adalah berbisnis dengan cara licik dan curang. Apakah hal tersebut dibenarkan?
“Bisnis memang harus kejam dan mematikan, tapi agama Kristen tidak pernah mengajarkan kekejaman. Kita harus berbisnis di jalan Tuhan, tanpa harus menyakiti orang lain. Dengan begitu, niscaya bisnis akan lancar dan iman pun akan terus tumbuh,” ucap Jhon.
Dalam dunia bisnis, tambahnya, kita harus tetap mengasihi sesama manusia dan jangan pernah menyakiti orang lain. Gunakanlah teori kasih sayang agar bisnis lancar dan terhindar dari dosa.

Acara diakhiri dengan pemberian hadiah kepada 2 peserta yang dinilai memberikan pertanyaan terbaik dan doa berkat oleh Pdt Hengki So pada pukul 21.30 tepat.



Puji Tuhan, banyak peserta merasa mendapat berkat dari talk show. Seperti apa yang dinyatakan oleh Budi seorang pengusaha kecil-menengah. "Saya mempunya usaha yang sudah lama berjalan tetapi kurang berkembang. Rasanya memang ada yang tidak sesuai dengan prinsip bisnis dalam Tuhan seperti yang diuangkapkan pembicara, saya akan evaluasi."
Di sisi lain, Maming seorang karyawan perusahaan ekspedisi juga menyatakan menerima pencerahan dari acara ini. "Sebagai seorang karyawan memang kita harus setia, jujur dan tetap loyal (dalam Tuhan) kepada atasan/pemilik selama masih berkerja di perusahaannya. Karena kita harus setia dari mulai perkara kecil sebelum dipercaya oleh Tuhan akan perkara yang lebih besar seperti misalkan memiliki usaha sendiri," tuturnya.
Ke depan KPE akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan rutin lain seperti seminar motivasi, workshop/pelatihan keterampilan tepat guna, donor darah dan lain-lain. Mari memberikan masukan dan bergabung bersama kami. (Novry Simanjuntak, novry.sabmen@gmail.com)

Tidak ada komentar: