9/12/2007


[+/-] Selengkapnya...

9/07/2007

MAU TUMBUH? CARI DUKUNGAN DAN BINA HUBUNGAN!

Manusia adalah mahluk sosial. Demikian teori itu sudah diuangkapkan oleh para ahli sejak dulu. Bertumbuhnya seseorang sangat dipengaruhi oleh dukungan yang ada di lingkungannya. Dukungan itu sendiri tentunya datang dari hubungan yang terjalin dengan baik. Masalahnya adalah, kita sering meminta suatu dukungan tetapi tidak berusaha untuk memikirkan dan membina hubungan terlebih dulu dengan baik.

Demikian fakta yang diungkapkan oleh Yakob Kusmanto pada ibadah KPE, Selasa, 21 Agustus 2007 lalu di Lantai 1 GBI Ecclesia TSI. Acara yang bertujuan memotivasi kaum pria untuk tampil lebih maksimal dalam karis/bisnis ini, didominasi oleh kesaksian perjalanan hidup beliau di dalam membangun bisnis tekstil.

Dalam sharing dengan moderator Boy Yusup tersebut, Yakob mengungkapkan bagaimana kehidupan masa kecil dan remajanya yang penuh dengan perkelahian, melawan orang tua, masuk penjara dan lain sebagainya. Sampai pada di suatu titik dimana akhirnya ia sadar, memutuskan untuk berhenti sekolah dan bekerja di salah satu pabrik tekstil.

Menurutnya ada 2 hal yang mesti dilakukan dalam merintis karir agar memperoleh hasil maksimal. Pertama, berani menghadapi suatu pembaruan. Pembaruan yang dimaksud adalah tekad dan konsistensi untuk melakukan perubahan secara ektrim menuju suatu keadaan yang lebih baik termasuk dalam kehidupan rohani. Selanjutnya diikuti dengan terus belajar dan berusaha menghargai dan mencintai pekerjaan yang saat ini ditekuni.

Yakob menceritakan bagaimana kesulitan datang bertubi-tubi tetapi justru mendorong ia menjadi lebih maksimal lagi. Mulai bekerja di tahun 1979 dengan gaji Rp. 40.000,- (saat ini kira-kira setara dengan Rp. 400.000,-), Yakob mensiasati kesulitan yang dihadapi dalam hal transportasi misalnya, dengan berangkat kerja sambil lari pagi. Ia secara spontan tanpa diperintah, mencuci mobil pemilik perusahaan dengan harapan diperbolehkan ikut makan pagi di dalam rumah bersama dengan sopir. Tanpa banyak mengeluh ia tekun bekerja sambil tetap menyerahkan diri kepada Tuhan.

Secara berulang-ulang, Yakob mendorong para pria untuk memberi lebih dari apa yg diterima (rajin, bekerja lebih keras, loyal) dan mempunya semangat tinggi yang ditunjukan dengan lebih banyak mengambil tanggung jawab secara kreatif. “Kita harus mempunyai satu sikap bahwa tidak ingin hidup dari suatu pekerjaan tapi ingin menghidupi pekerjaan itu. Untuk itu kita juga harus mempunyai semangat untuk selalu belajar, belajar dan belajar lagi,” tegas pria yang tinggal di daerah Pluit itu mantap.

Tuhan begitu baik. Usaha keras, loyalitas tinggi, bekerja lebih dari apa yang menjadi tanggung jawabnya ternyata membuat Yakob semakin diberi kepercayaan dan membawa karirnya pada level yang lebih baik lagi. Sampai pada akhirnya dengan sepengetahuan atasan, Yakob mengambil keputusan untuk membuka usaha tekstil sendiri yang dimulai dari menjual handuk bekas. Ia diberi kesempatan untuk membeli handuk bekas dari pabrik dimana ia bekerja dengan harga yang relatif rendah. Dari sini terlihat bahwa pria dengan 2 orang puteri ini mulai tumbuh karena mendapat dukungan yang diperjuangkan dengan keras dan dukungan itu sendiri datang karena hubungan yang ia bina dengan baik.

Usaha baru tersebut begitu ditekuni dengan perjuangan dan kerja keras. Tuhan ikut bekerja hingga tahun-tahun berikutnya dilewati dengan penuh keberhasilan. Saat ini pria berusia 46 tahun ini menjadi pengusaha berhasil dengan 7 perusahaan tekstil yang melayani 26 propinsi.

Sebagai pengusaha, ia tetap bersandar kepada Tuhan. “Segala sesuatunya dari Tuhan dan jika Tuhan memberi berkat yang lebih besar kepada kita, maka kita harus membagi berkat tersebut kepada sesama,” ungkapnya. Sadar bahwa keberhasilannya karena dukungan dari orang lain, Yakob mulai memberikan dukungan kepada staff atau rekannya untuk ikut maju seperti dirinya, baik dalam karir atau bahkan menjadi seorang pengusaha.

Di sela-sela waktu yang begitu padat, ia menyediakan waktu yang cukup untuk me-mentor orang-orang yang punya semangat untuk maju. Dengan wadah Kingdom Business Community (Ketua Bidang Pengembangan), ia membimbing para pria untuk berhasil dalam karir atau bisnis dengan benar dan tetap di jalan Tuhan.

Kepada para pria yang saat ini berstatus karyawan, ia mengingatkan agar dalam bekerja tetap setia kepada atasan atau pemilik. “Jujur dan binalah hubungan dengan baik. Berikan sesuatu yang lebih bagi kemajuan perusahaan. Baru anda mengharapkan dukungan,” katanya.

Sebaliknya kepada para pengusaha Yakob menekankan bahwa keberhasilan yang selama ini diperoleh juga atas dukungan karyawan. Oleh karena itu dukung para staff agar mereka bisa maju bahkan bisq menjadi pengusaha juga. “Jangan takut tersaingi, percayalah berkat Tuhan bukan berasal berasal dari kemampuan kita sendiri. Lagipula buktinya perusahaan saya justru melejit naik ketika iklim bisnis secara umum sedang turun,” tutupnya meyakinkan. (Novry Simanjuntak, novry.sabmen@gmail.com)

Pertemuan KPE selanjutnya akan diadakan pada Kamis, 27 September 2007, pukul 19.00. Pastikan anda datang. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Tony Priatna (6803 7786) atau Novry Simanjuntak (6866 9989)

[+/-] Selengkapnya...