12/11/2007
Andai Dia Istri Anda, Masih Nekat Menghajarnya?
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
12/11/2007 06:26:00 PM
0
komentar
Pria & Keteladanan - Ibadah KPE Akhir Tahun 2007
Sebagai pria, kita harus memiliki jiwa keteladanan dengan selalu memegang prinsip hidup. Tujuannya agar pria sebagai pemimpin dapat memberi contoh yang baik dihadapan keluarga, lingkungan dan nantinya bertanggung jawab di hadapaan Allah.
Di akhir tahun 2007 ini, KPE (Komunitas Pria Ecclesia) menyelenggarakan ibadah bersama bertema “Pria dan Keteladanan”. Acara yang berlokasi di Lantai 2 GBI Ecclesia, Taman Semanan Indah, ini tidak hanya dihadiri kaum pria tapi juga wanita.
Selain lagu-lagu pujian yang terdengar merdu, ibadah malam itu juga dihiasi kesaksian dan khotbah. Bahkan, peserta ibadah pun terlihat sangat suka cita dan diberkati dengan terus menerus bertepuk tangan ketika menyanyikan lagu-lagu pujian. Terlebih ketika Pdt Rubin Ong memberikan pencerahan yang membuat kaum pria dan sang istri semakin damai dan suka cita.
Dalam khotbahnya, Pdt. Rubin Ong mengatakan bahwa sebagai kaum pria, kita harus siap menjadi tanah yang bisa Tuhan taburkan benih. Kita harus percaya bahwa benih yang ditaburkan Tuhan, akan menghasilkan buah yang baik. “Buah yang dimaksud adalah bisa menjadi seorang teladan yang memiliki prinsip,” ungkap pria yang juga aktif dalan kegerakan Pria Sejati melalui CMN Indonesia.
Orang yang memiliki prinsip, tambah Pdt Rubin, akan tetap berdiri kokoh. Sama halnya dengan pria yang baik, namanya juga akan baik. “Jangan pernah mengejar berkat. Biarkan berkat yang mengejar kita. Untuk itu, sebagai seorang pria, kita harus mempunyai prinsip yang kuat,” ucapnya.
Pertanyaannya, sebagai seorang pria, teladan apa yang harus kita turunkan kepada anak-anak dan keluarga di rumah? Yang mendasar sekali, jangan pernah bertengkar di depan anak-anak. Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak-anak nantinya.
Menurut Rubin, banyak contoh kasus yang terjadi saat ini. Ada banyak anak seorang pendeta yang setiap minggu memberikan pencerahan di depan altar, tanpa disadari tidak mempunyai keteladanan untuk anak-anak dan keluarganya.
Ini benar-benar terjadi saat Ia mengikuti ibadah khusus anak-anak pendeta di suatu tempat. Saat konseling ternyata hampir sekitar 95% anak-anak pendeta tersebut terlibat dengan kehidupan yang salah seperti, seks bebas, narkoba, judi, dan lainnya. “Ini jelas, figur seorang pendeta pun belum tentu bisa menjadi teladan bagi anak dan istrinya,” ujarnya lagi.
Untuk itu lanjutnya, sebagai seorang pria kita harus konsisten pada hal-hal yang rohani dalam kehidupan. Konsisten dalam doa, melayani, memberi, dan konsisten mengasishi anak dan istri di rumah. Hal ini bisa membuat kita sadar bahwa berkat tidak turun dari tempat kita bekerja melainkan datang dari Tuhan.
Di samping itu, kita juga harus selalu hidup kuat dalam kebenaran yang tidak akan lapuk oleh jaman. Kebenaran akan membuat kita selalu kuat. Oleh karena itu, belajarlah dari kesalahan dan pengalaman. Jangan pernah menuntut orang lain untuk berubah, sebelum diri kita sendiri berubah. Tunjukan pada anak-anak dimana kebenaran yang sesungguhnya dan jadilah seorang teladan bagi anak-anakmu di rumah.
“Saat ini, jadilah pria yang mempunyai keteladanan untuk bangsa, negara, dan keluarga. Kita harus percaya bahwa doa orang benar, besar kuasanya,” tutup Pdt Rubin.
Ke depan KPE akan berusaha untuk secara konsisten mengadakan pertemuan tiap Selasa minggu kedua. (Novry Sabmen S)
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
12/11/2007 05:26:00 PM
0
komentar
Donor Darah KPE
Sabtu, 3 November lalu, Komunitas Pria Ecclesia (KPE) untuk kedua kalinya bekerjasama dengan PMI Jakarta barat mengadakan aksi donor darah di GBI Ecclesia. Acara diikuti oleh kurang lebih 50 peserta baik pria atau wanita. Sebelum menyumbangkan darahnya, para donor lebih dulu diperiksa kesehatannya termasuk tekanan darah.
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
12/11/2007 05:15:00 PM
0
komentar
