10/31/2007

Berkat Tuhan Mengalir pada Orang Rendah Hati


Komunitas Pria Ecclesia (KPE) yang sebagian anggotanya alumni Pria Sejati area Semanan, Kamis, 27 September 2007 lalu menyelenggarakan ibadah bersama di lantai 1 GBI Ecclesia, Taman Semanan Indah. Acara ini bertujuan untuk memotivasi kaum pria agar bisa diberkati Tuhan dalam karir/bisnis. Selain diisi dengan khotbah dan lagu-lagu pujian, ibadah juga diisi oleh kesaksian seorang pengusaha dalam membangun bisnisnya.

Ibadah terlihat penuh damai dan sukacita, dimana peserta mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Tidak ketinggalan kehadiran Vokal Group Talenta dengan suara emasnya menambah semarak suasana.

Menurut Novry Simanjuntak, wakil ketua KPE, acara ini bertujuan untuk membangun semangat pria agar tangguh dalam menjalankan aktifitas bisnis dengan tetap berada di jalan Tuhan. Bukan itu saja, komunitas pria yang mengikuti ibadah ini merasa diberkati dengan siraman rohani yang dibawakan Pdt Ridwan Hutabarat. Beliau bisa membawa suasana ibadah menjadi lebih bersemangat dank has pria.

Dalam khotbahnya, Pdt Ridwan Hutabarat mengungkapkan, manusia saat ini masih banyak yang munafik terlebih kita sebagai seorang suami. Walaupun sering ke gereja, namun setelah sampai di rumah tetap menunjukan perlakukan yang tidak baik.

“Hal ini sering terjadi dalam keluarga, terutama dalam memperlakukan istri. Suami sering tidak pernah mensyukuri apa yang diberikan Tuhan kepadanya. “Bagaimana pun istrimu itu merupakan pemberian Tuhan, untuk itu berbaik hati dan percayalah kepadanya,” tukas Pdt Ridwan Hutabarat.

Beliau juga menuturkan bahwa Tuhan tidak pernah berbohong. Untuk itu, jangan pernah menyerah. Kita harus rendah hati, lemah lembut dan sabar menghadapi apapun. Sekalipun berada di tengah-tengah keluarga yang sedang dihadapi cobaan berat sekalipun. Ini semua tertuang dalam alkitab di mana Tuhan membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan.

Dalam hal ini, lanjutnya, Yairus adalah salah satu orang terkemuka di gereja saat itu. Namun, beliau masih tetap berharap agar Tuhan Yesus mau datang ke rumahnya untuk menyembuhkan anaknya yang sedang sekarat. Ini membuktikan bahwa Yairus percaya akan kekuatan dan kuasa Tuhan Yesus. Namun selama dalam perjalanan, banyak halangan yang terjadi. Ini membuat Tuhan Yesus dan Yairus harus berhenti sejenak di tengah perjalanan.

Bahkan Yesus pun sempat menyembuhkan wanita yang mengalami pendarahan sebelum menemui anak Yairus yang sekarat. Sebagai manusia biasa, sepatutnya Yairus marah dan kecewa. Di samping anaknya sedang sekarat, Yesus yang diharapkan segera sampai ke rumahnya masih harus menyembuhkan seorang wanita terlebih dahulu. Namun Yairus tetap sabar dan tabah. Yairus percaya bahwa Tuhan mampu memberikan mukjizat kepada anaknya.

Sesampai di depan rumah, sang istri menghampiri Yairus dan mengatakan bahwa anaknya telah tiada. Melihat anaknya yang sudah meninggal, Yairus pun masih tetap tabah dan percaya. Saat itulah Tuhan Jesus menjamah dan menyuruh anak Yairus yang telah mati untuk segera bangkit. Dalam waktu sekejap, anak Yairus yang telah mati pun langsung bangkit dari kematian.

“Puji Tuhan….Kita harus bisa seperti Yairus yang rendah hati dan sabar walaupun masalah besar menghampirinya. Kita harus yakin bahwa berkat Tuhan akan turun ke orang-orang yang rendah hatinya. Untuk itu, marilah kita bertobat jangan besok, tapi sekarang!!!” ujar Pdt Ridwan Hutabarat.

Dalam ibadah ini, seorang pelaku bisnis yang bernama Yuyung juga memberikan kesaksian hidupnya yang di jamah Tuhan. Dalam kesaksian tersebut, Yuyung mengungkapkan perjalanan hidupnya semasa kecil dan remaja yang penuh dengan kesulitan dan kesengsaraan. Hal ini dialaminya sejak umur 8 tahun ketika harus ikut dengan ibu tirinya hingga membuat dirinya jauh dari Tuhan, tapi tetap mempunyai cita-cita untuk menjadi orang sukses.

Alhasil, setelah menikah pada umur 23 tahun, Yuyung akhirnya memiliki sebuah perusahaan garmen di Bandung. Keadaan ini ternyata tidak membuatnya selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan kepadanya. Setiap hari, kehidupannya selalu diisi perbuatan jahat. Yuyung selalu berbohong, berjudi, berzinah, memakai narkoba, dan membuatnya jauh dari istri dan anaknya.

Setelah bergumul dengan dosa bertahun-tahun, sekitar tahun 1997 perusahaan Yuyung pun bangkrut total. Bukan hanya perusahaan, tempat tingggalnya pun ikut disita oleh bank dan Yuyung pun terbelit hutang di mana-mana. Ini membuat dirinya terjatuh dan putus asa dalam hidupnya.

Yuyung menuturkan, ketika dirinya menjadi orang yang sabar dan rendah hati, Tuhan memberikan jalan dan berkat kepadanya. Tuhan langsung menjamahnya saat baru 6 bulan menggeluti bisnis kuliner.

Setelah satu tahun, dirinya sudah bisa buka usaha di ruko dan berlanjut membuka cabang di tempat lain. “Jangan pernah meninggalkan Tuhan. Kedamaiaan, kelembutan, sukacita, kesuksesan, dan apapun yang kita cari, semuanya ada dalam firman Tuhan,” ungkap Yuyung. (Jhon Rico)

Tidak ada komentar: